Hakikat Bahasa, Mantra, dan Tanggung Jawab

Posted in Mahmud Jauhari Ali, Nurel Javissyarqi dengan kaitan (tags) , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

(Tanggapan atas buku Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri)
Mahmud Jauhari Ali

http://sastra-indonesia.com/

Apakah yang terbayang di benak Anda ketika membaca judul saya di atas? Wujud bahasakah? Dukun yang sedang membaca mantra? Seorang lelaki yang sedang menunaikan tanggung jawabnya? Atau apa? Baca selebihnya »

Meruntuhkan Mitos Sutardji

Posted in Esai, Noval Jubbek, Nurel Javissyarqi dengan kaitan (tags) , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

(sebuah catatan dari bincang buku “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan SCB”)
Noval Jubbek*

http://sastra-indonesia.com/

Ketika beranjak remaja masa-masa SMA saya mulai tertarik menulis, lebih tepatnya merangkai kata-kata untuk sekedar memuji sosok perempuan yang saya suka. Dan serius mencari-cari tulisan indah (puisi) melalui buku-buku pelajaran. Ada beberapa nama yang puisinya sudah berakar (tak saya sadari nyata terdapat di buku tingkatan SD, SMP) salah satunya Sutardji Calzoum Bachri (SCB), Baca selebihnya »

LORONG GELAP YANG MENGASYIKKAN

Posted in Esai, Kitab Para Malaikat, Maman S. Mahayana, Nurel Javissyarqi dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

Maman S. Mahayana

http://mahayana-mahadewa.com/

http://pustakapujangga.com/2009/10/revision-edition-kitab-para-malaikat-book-of-the-angels/

Hamparan semangat menggelegak. Manakala ia tak dapat ditahan dan pecah, seketika itu pula ekspresinya muncrat berhamburan, bercipratan, menerabas apa pun. Lalu hinggap di berbagai tempat yang dijawilnya sesuka hati. Mungkin sama sekali ia tak bermaksud melakukan tegur-sapa, say hello, atau bahkan juga gugatan. Baca selebihnya »

Syarah Kitab Para Malaikat

Posted in Esai, Kitab Para Malaikat, Nurel Javissyarqi, Robin Al Kautsar dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

Untuk Sebuah nama: Sonia Scientia Sacra
Robin Al Kautsar

http://sastra-indonesia.com/

I
Penyair memberi judul sebuah puisinya (antologi puisi?) dengan memunggah kata Kitab. Salah satu kata yang memiliki bentangan makna yang cukup lebar. Kitab bernuansa sebagai kitab suci, kitab keagamaan, kitab wejangan / pedoman hidup yang harus disikapi takzim (walau belum pernah membacanya sekalipun) karena isinya menunjukkan kesucian dan kebesaran yang harus diperjuangkan dan kita tuju. Baca selebihnya »

MEMBACA NUREL JAVISSYARQI

Posted in Muhammad Rain, Nurel Javissyarqi, Surat dengan kaitan (tags) , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

Muhammad Rain

http://sastra-indonesia.com/

Membicarakan kesusastraan sepertinya semua penulis puisi akan suka dan tertarik, nyaris tanpa embel-embel ngarep. Ngarep nama-namanya disebut dalam kupasan selentingan bidang sastra itu. Termasuk pula sahabat baruku Si Nurel ini, saya pikir beliau tak ada sedikitpun niat ngarep disebut-sebut namanya dari mulut kata Muhrain. “Si” yang saya maksud sebab saya merasa sok akrab saja, begitu. Baca selebihnya »

KADO PENGHAMPIRAN SASTRA YANG “MEMBUMI”*

Posted in Esai, Nurel Javissyarqi, Suryanto Sastroatmodjo dengan kaitan (tags) , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

Suryanto Sastroatmodjo
http://pustakapujangga.com/?p=638

Lebih kurang 15 warsa silam, Pamusuk Erneste (dalam buku “pengadilan puisi” penerbit Gunung Agung Jakarta, 1986), menggambarkan bagaimana jauhnya bila jagad sastra (inklusif kepenyairan didominasi sejumlah nama, yang ingin bertahan sebagai idola, dan bukan sebagai creator), hingga publik sastra kecewa. Ia menyebut tentang Subagio Sastrowardoyo, Goenawan Mohamad dan WS. Rendra di tahun-tahun 70-an Baca selebihnya »

BERKACA MENULIS DARI NUREL

Posted in Esai, Nurel Javissyarqi, Sutejo dengan kaitan (tags) , , on Agustus 27, 2011 by nureljavissyarqi

Sutejo

http://sastra-indonesia.com/

Nama Nurel Javissyarqi memang belum seagung penulis Indonesia lainnya. Tetapi misteri perjalanan kepenulisan adalah etos nabi yang alir penuh jiwa berkorban, total, dan –nyaris—tanpa pamrih balas. Sebuah pemberontakkan pemikiran sering dilemparkan. Tradisi dibalikkan. Pilihan dilakukan, termasuk untuk memberikan pelajaran kepada orang tuanya. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.